Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

(PKWT)

Pada hari Senin, tanggal 02-04-2012 (dua April dua ribu dua belas), kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. PT. Timbul Tenggelam Finance, yang beralamat di Jalan Berkelok I No. 15 Semarang, jenis usaha Perusahaan Pembiayaan,

Dalam hal ini diwakili oleh:

Tom, Manager Sumber Daya Manusia  PT. Timbul Tenggelam Finance, yang beralamat di Jalan Merayap II No. 109 Semarang

bertindak dalam jabatannya untuk dan atas nama PT Timbul Tenggelam Finance yang selanjutnya disebut sebagai “PIHAK PERTAMA”

 

2. Jerry, lahir di Merauke, 1 Januari 1980, jenis kelamin laki-laki, beralamat di Jalan Menanjak I No. 123 Semarang, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 123456789, status menikah, pendidikan terakhir D3 Administrasi.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini disebut sebagai “PIHAK KEDUA”

Kedua belah pihak dengan ini menyatakan bahwa Pihak Pertama menerima Pihak Kedua sebagai karyawan perusahaan Pihak Pertama dengan status Karyawan Kerja Waktu Tertentu dan Pihak Kedua menyatakan bersediaan untuk bekerja di perusahaan Pihak Pertama dengan status Karyawan Kerja Waktu Tertentu.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dan tunduk dalam suatu Perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 59 Undang – Undang Tenaga Kerja No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang disebut sebagai “Perjanjian Kerja Waktu Tertentu” dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1

Pihak Kedua bekerja pada Pihak Pertama dan diberikan jabatan dengan posisi sebagai Kolektor yang mempunyai tugas utama yaitu melakukan penagihan angsuran ke nasabah / debitur perusahaan Pihak Pertama dan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh atasannya baik secara langsung maupun tidak langsung.

PASAL 2

(1)   Pihak Pertama menempatkan Pihak Kedua di wilayah kerja perusahaan Pihak Pertama yaitu di Unit Penagihan Semarang.

(2)   Pihak Pertama dapat menempatkan Pihak Kedua di wilayah kerja lain yang akan ditunjuk kemudian oleh Pihak Pertama.

(3)   Pihak Pertama dapat mempromosikan atau memutasi Pihak Kedua jika ada kebutuhan dan atau penyesuaian kemampuan kerja Pihak Kedua di wilayah kerja perusahaan Pihak Pertama, baik di Kantor Unit, Cabang maupun Pusat.

 PASAL 3

 (1)   Pihak Pertama memberikan gaji sebagai upah kerja Pihak Kedua sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), yang akan diberikan setiap akhir bulan melalui transfer lewat rekening bank.

(2)   Pihak Pertama juga akan memberikan kepada Pihak Kedua uang makan sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) dan uang transportasi sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) setiap hari yang disesuaikan dengan kehadiran dan diberikan setiap tanggal 1 (satu) bulan berikutnya.

(3)   Pihak Kedua juga akan mendapatkan biaya operasional untuk penagihan yang bersarnya Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) setiap hari yang diberikan setiap awal bulan dengan pertimbangan kehadiran bulan sebelumnya.

PASAL 4

(1)   Pihak Pertama menetapkan jam kerja bagi Pihak Kedua yang diatur berdasarkan lingkup kerja Pihak Kedua yaitu sebagai berikut:

Senin s/d Jumat                               : 08.00 -16.15 WIB

Sabtu                                                     : 08.00 -12.15 WIB

Istirahat Senin  s/d Kamis            : 12.00 -13.00 WIB

Istirahat Jumat                                 : 11.30 -13.00 WIB

(2)   Pihak Pertama dapat menentukan jam kerja lain jika diperlukan dengan mengingat rasa kemanusiaan dan Pihak Kedua dapat diberikan uang lembur.

(3)   Pihak Kedua wajib melakukan presensi kehadiran baik pada saat masuk (pagi) maupun pulang (sore).

PASAL 5

(1)   Pihak Kedua mempunyai hak untuk mengajukan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah Pihak Kedua bekerja secara terus menerus selama 12 (dua belas) bulan.

(2)   Khusus untuk karyawan wanita berhak atas cuti khusus yaitu: 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah  melahirkan menurut perhitungan Dokter kandungan atau bidan.

PASAL 6

(1)   Pihak Kedua tidak boleh merangkap pekerjaan / tugas rutin lain diluar perusahaan Pihak Pertama, kecuali memperoleh ijin resmi tertulis terlebih dahulu dari perusahaan Pihak Pertama.

(2)   Pihak Kedua harus menjaga citra dan kewibawaan / pribadi dan perusahaan Pihak Pertama, didalam tempat bertugas / kantor maupun di masyarakat umum dan mentaati ketentuan rahasia perusahaan Pihak Pertama.

(3)   Pihak Kedua diharapkan dapat mendayagunakan seluruh pengetahuan dan keahlian Pihak Kedua demi kemajuan  perusahaan Pihak Pertama pada umumnya dan bagi diri Pihak Kedua sendiri pada khususnya, serta menjadi contoh yang baik bagi rekan kerja dan pihak lain yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan Pihak Kedua.

(4)   Pihak Kedua wajib hadir ditempat kerja sesuai jam kerja yang sudah ditentukan Pihak Pertama sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (1) dan siap melaksanakan tugas tepat pada waktu dimulainya jam kerja sampai dengan berakhirnya jam kerja.

(5)   Pihak Kedua hanya boleh meninggalkan tempat kerja setelah usai jam kerja, kecuali atas ijin dari atasan.

(6)   Pihak Kedua wajib memberitahukan kepada atasan apabila oleh karena suatu alasan Pihak Kedua tidak dapat hadir ditempat kerja untuk memperoleh ijin.

(7)   Pihak Kedua wajib memberitahukan kepada atasan apabila oleh karena suatu alasan Pihak Kedua terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya.

(8)   Pihak Kedua diwajibkan mengenakan kartu identitas karyawan yang sah selama menjalankan aktivitas kerja di tempat kerja.

(9)   Pihak Kedua wajib bertingkah laku sopan, menjauhi pelecehan seksual dan menjaga suasana keakraban di dalam lingkungan  kerja maupun dalam lingkungan masyarakat.

PASAL 7

(1)   Pihak Pertama wajib mengikutsertakan Pihak Kedua dalam Program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) segera setelah Pihak Kedua mulai bekerja pada Pihak Pertama.

(2)   Biaya/Premi atas pertanggungan asuransi tenaga kerja (Jamsostek) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tersebut diatas  menjadi tanggung jawab kedua belah pihak dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan kemampuan perusahaan Pihak Kedua.

(3)   Pihak Pertama mengikutsertakan Pihak Kedua dalam 4 (empat) program jaminan sosial tenaga kerja yang meliputi :

  1. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),
  2. Program Jaminan Kematian (JKK),
  3. Program Jaminan Hari Tua (JHT),
  4. Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)

(4)   Ketentuan lain tentang jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) dilaksanakan berdasarkan UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek dan Peraturan Perusahaan lainnya.

PASAL 8

(1)   Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini berlaku selama 2 (dua) tahun yang dimulai tanggal 02-04-2012 (dua April dua ribu dua belas) dan berakhir tanggal 02-04-2014 (dua April dua ribu empat belas),

(2)   Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir sebelum jangka waktu berakhir apabila:

  1. Pihak Kedua meninggal dunia
  2. Adanya putusan pengadilan dan atau penetapan lembaga penyelesaian hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
  3. Diakhiri oleh salah satu Pihak ( Pihak Pertama atau Pihak Kedua) karena adanya keadaan memaksa.
  4. Tidak mencapai target sesuai ketentuan dari Divisi Penagihan yang telah ditetapkan oleh Pihak Pertama.
  5. Dikualifikasikan sebagai Pengunduran diri secara Sukarela adalah apabila Pihak Kedua, mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil dengan patut dan tertulis sebanyak 2 (dua) kali.

(3)   Dengan berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang diakhiri oleh salah satu pihak, maka kewajiban PihakPertama akan putus secara material pada hari dan tanggal ditetapkan.

PASAL 10

(1)   Pihak Kedua bersedia dengan sukarela untuk dipanggil dan bermusyawarah apabila ditemukan adanya permasalahan tentang penyimpangan yang terjadi dan diduga dilakukan oleh Pihak Kedua, baik sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu maupun setelah berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

(2)   Apabila Pihak Kedua tidak hadir dalam pemanggilan yang telah ditentukan dalam ayat 1 (satu), maka Pihak Kedua dianggap telah beritikad buruk dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku.

(3)   Segala ketentuan yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam adendum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini dan akan diputuskan secara bersama.

Demikian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua ini dibuat untuk saling mentaati dan menjalankan hak dan kewajibannya. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini dibuat dan dilaksanakan di Semarang tanggal 02-04-2012 (dua April dua ribu dua belas) dan dibuat dalam rangkap 2 (dua) dengan kekuatan hukum yang sama dan masing – masing pihak mendapat surat perjanjian ini.

Pihak Pertama                                                                                    Pihak Kedua

 

                                                                                                                      Meterai 6.000

Tom                                                                                                         Jerry

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: