Mahalnya Kesempatan Dalam Sebuah Perubahan

beberapa tahun silam seorang anak merengek kepada orang tuanya agar dia bisa bersekolah

sang orang tua pun menjawab keinginan anak tersebut dengan tidak kepastiannya

dia tau betapa anaknya ingin sekali mendapatkan ilmu yang tinggi

namun keadaan belum memberikan pandangan yang jelas,

melihat orang tuanya seperti itu, sang anak meneteskan air mata

dia berpikir,, apakah keinginanku kelak akan terkabulkan???

apakah orang tuaku mampu memenuhi permohonanku???

jika tidak, lalu bagaimana nasib masa depanku kelak???

dia berdo’a kepada Allah SWT,

memohon petunjuk, dan memohon agar diberikan kemudahan dalam menggapai cita-citanya…

lambat-laun do’a nya terjawab,,,dia mendapatkan tawaran bersekolah gratis asal dia berprestasi….

dengan bersungguh-sungguh dia belajar, agar kesempatan bersekolah gratis itu bisa dia dapatkan…

dan benar saja… dia lolos seleksi…

dalam hatinya dia tak henti-hentinya mengucap syukur atas apa yang dia peroleh,,

begitu juga orangtuanya….. air mata kebahagiaan dan kebanggaan membasahi wajah mereka….

kini jaman sudah berubah….

kalau dahulu adalah anak yang merengek kepada orang tua agar dia bisa bersekolah…

maka sekarang adalah, orang tuanya yang merengek agar anaknya mau bersekolah…

bahkan ada yang baru mau sekolah jika difasilitasi lebih oleh orang tuanya…

maka orang tua akan berusaha bagaimana supaya anaknya mau sekolah,,

fasilitas apapun akan diusahakannya….

semua demi masa depan anaknya…

lalu apakah anak sekarang masih mampu memikirkan masa depannya???

mungkin iya, mungkin tidak… jika dilihat dari fenomena sehari-hari dari apa yang mereka lakukan…

jarang ada yang mampu berpikir,, aku sekolah untuk apa???

untuk siapa???

dan karena apa???

seandainya mereka mampu berpikir seperti itu tentunya tanpa direngek,

tanpa difasilitasi lebih mereka akan menyadari betapa mahalnya kesempatan ini,,

bahwa kesempatan tidak datang lebih dari 1 kali….

bahwa mereka belajar untuk dirinya sendiri, bukan orang tuanya, temannya, atau bahkan pacarnya…

karena masa depan seseorang berada di tangan orang itu sendiri,

bukan ayahnya, ibunya, adeknya, kakaknya, pacarnya, atau orang lain…

by. Indah Dwi Susanti

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: