Contoh Perjanjian Penyimpangan Tenggang Waktu Jeda 30 Hari Dalam Pembaruan PKWT

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang biasa lazimnya disingkat PKWT sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan dapat diperpanjang dan atau diperbarui. Dalam pembaruan PKWT mengharuskan adanya tengggang waktu 30 hari bebas dari hubungan kerja, namun dalam Pasal 3 ayat (8) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dapat menentukan lain, yaitu melalui perjanjian yang menyimpangi ketentuan tenggang waktu 30 hari tersebut. Berikut contoh perjanjiannya yang saya buat, semoga bermanfaat, dan mohon koreksinya…trims…

PERJANJIAN PENYIMPANGAN TENGGANG WAKTU JEDA 30 HARI

DALAM PEMBARUAN PKWT

 

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama                   : Kenthus Sulastyo

Pekerjaan           : Manager Sumber Daya Manusia

PT. Kerbau Finance

Alamat                : Jalan Kerikil Selatan No. 56 Semarang

Dalam hal ini bertindak dalam jabatannya untuk dan atas nama PT. Kerbau Finance yang beralamat di Jalan Menanjak II No. 123 Semarang. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut sebagai “Pihak Pertama”

 

Nama                   : Karyo Utomo

Pekerjaan           : Tim Penagih Utang

PT. Kerbau Finance

Jenis Kelamin   : Laki-laki

Alamat                : Jalan Selokan I No. 90 Semarang,

No. KTP              : 123456789

Status                  : Menikah

Pendidikan        : D3 – Administrasi

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri. Selanjutnya dalamPerjanjian ini disebut sebagai “Pihak Kedua”

 

Kedua belah pihak dengan ini menerangkan bahwa Pihak Pertama dengan Pihak Kedua sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (8) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang diberi nama “Perjanjian Penyimpangan Tenggang Waktu Jeda 30 Hari Dalam Pembaruan PKWT”.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian Kesepakatan Tentang Tenggang Waktu Dalam Pembaruan PKWT dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1

  1. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah terikat dalam suatu hubungan industrial yang termuat dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan jo. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.
  2. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah menjalani hubungan industrial melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama 2 (dua) tahun, Perpanjangan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Perpanjangan PKWT) selama 1 (satu) tahun, dan sepakat akan melakukan Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Pembaruan PKWT) dengan jangka waktu 2 (dua) tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Jo. Pasal 3 ayat (5) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.
  3. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Perpanjangan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Perpanjangan PKWT) dan Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Pembaruan PKWT) sebagaimana disebut dalam Pasal 1 ayat (2) Perjanjian ini diatur dalam Pasal 59 ayat (3), (4), (5), dan (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan jo. Pasal 3 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Pasal 2

  1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk tidak melaksanakan ketentuan tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 3 ayat (6) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.
  2. Ketentuan tenggang waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Perjanjian ini merupakan salah satu syarat untuk melakukan Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Permbaruan PKWT) sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Jo. Pasal 3 ayat (5) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.
  3. Kesepakatan untuk tidak melaksanakan ketentuan tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana tersebut dalam Pasal 2 ayat (1) Perjanjian ini, di dasari pada ketentuan dalam Pasal 3 ayat (8) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.100/Men/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Pasal 3

  1. Perjanjian tentang tenggang waktu dalam Pembaruan PKWT ini berlaku sejak dimulainya Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Pembaruan PKWT) sampai dengan berakhirnya Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Pembaruan PKWT) antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua.
  2. Perjanjian tentang tenggang waktu dalam Pembaruan PKWT hanya berlaku 1 (satu) kali pada saat Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Pembaruan PKWT).
  3. Perjanjian tentang tenggang waktu dalam Pembaruan PKWT ini berlaku setelah ditandatanginya Pembaruan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Pembaruan PKWT).

Pasal 4

Segala ketentuan yang belum diatur dalam Perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam adendum yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Perjanjian ini dan akan diputuskan secara bersama.

Pasal 5

  1. Apabila terjadi sengketa atas isi dan pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah.
  2. Apabila penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil,maka kedua belah pihak sepakat untuk memilih domisili hukum tetap di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Semarang.

 

Demikian Perjanjian ini disepakati dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak serta dibuat dalam rangkap dua bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

Pihak Pertama                                                                         Pihak Kedua

Meterai 6000

 

Kenthus Sulastyo                                                             Karyo Utomo

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: